Sekitar pukul 10.00 WIB, suasana halaman SD Negeri Gambiranom, yang awalnya penuh keceriaan dengan celoteh murid-murid yang sedang bermain, tiba-tiba berhenti. Terdengar peringatan dari Bapak Guru melalui pelantang suara bahwa di langit tampak awan hitam pekat pertanda hujan akan segera turun disertai potensi angin kencang. Murid-murid diimbau agar segera memasuki ruang kelas masing-masing. Seketika murid-murid menuju ruang kelas masing-masing didampingi Bapak/Ibu Guru.
Itulah sepenggal cuplikan simulasi mitigasi bencana terkait angin kencang. Simulasi ini merupakan bagian dari sosialisasi mitigasi bencana yang diselenggarakan oleh SD Negeri Gambiranom bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman. Kegiatan sosialisasi ini selaras dengan Program Kurikulum SD Negeri Gambiranom Tahun Pelajaran 2025/2026.
Pada hari Kamis, 11 Desember 2025, tiga orang pegawai BPBD Kabupaten Sleman melakukan sosialisasi mitigasi bencana di SD Negeri Gambiranom, Depok, Sleman, Yogyakarta. Ketiga orang tersebut adalah Pak Agaton, Pak Ismardiyanta, dan Pak Yudhi . Murid-murid SD Negeri Gambiranom dari kelas I hingga kelas VI duduk bersama di selasar depan kelas IIB untuk mendengarkan sosialisasi mitigasi bencana, khususnya terkait angin kencang.
Melalui tanya jawab dengan murid-murid, yang dipandu oleh Pak Yudhi, diketahui bahwa di Sleman terdapat tujuh (7) risiko bencana, yaitu:
- letusan gunung merapi,
- banjir lahar hujan,
- tanah longsor,
- cuaca ekstrem,
- gempa bumi,
- kebakaran hutan dan lahan, serta
- kekeringan
Setelah tanya jawab, dilakukan simulasi mitigasi bencana angin kencang. Seluruh murid diminta bermain di halaman sekolah. Selanjutnya, Pak Agaton menyampaikan pengumuman peringatan bahwa di langit terdapat awan pekat pertanda hujan akan segera turun. Murid-murid diminta masuk ke kelas didampingi Bapak/Ibu Guru. Murid diminta menjauh dari jendela kaca, agar jika terjadi pohon tumbang menimpa bangunan kelas, tidak mengenai siswa. Setelah keadaan kembali aman, sirene berbunyi. Murid-murid keluar dari kelas dan berkumpul di halaman sekolah untuk berbaris. Masing-masing kelas melaporkan jumlah siswa, apakah sudah lengkap atau belum.
Simulasi ini untuk menambah pengetahuan dan pemahaman siswa dalam menghadapi bencana agar tidak panik dan demi menjaga keselamatan bersama. Semoga tidak terjadi bencana di wilayah kita dan Negara Indonesia pada umumnya. Mari senantiasa kita memanjatkan doa agar negeri ini aman, damai, dan sejahtera!
Glosarium:
sosialisasi : upaya memasyarakatkan sesuatu sehingga menjadi dikenal, dipahami, dihayati oleh masyarakat; pemasyarakatan
mitigasi : tindakan mengurangi dampak bencana
bencana : sesuatu yang menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan; kecelakaan; bahaya
simulasi : metode pelatihan yang meragakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan yang sesungguhnya
sirene : alat untuk menghasilkan bunyi yang mendengung keras (sebagai tanda bahaya dan sebagainya)

Tinggalkan Balasan